Bengkulu tengah, Pemerintahan

Akhir 2018, Pembangunan Denzipur Ditargetkan Rampung

Komando Militer Daerah (Kasdam) II/ Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial, PSC., M. Tr (Han) dan Bupati Bengkulu Tengah, Ferri Ramli beserta rombongan saat meninjau pembangunan Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) di Desa Karang Tengah, Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah.

BETVNEWS,- Selama melakukan kunjungan kerja di Provinsi Bengkulu, Komando Militer Daerah (Kasdam) II/ Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial, PSC., M. Tr (Han) juga melakukan pengecekan pembangunan Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) di Desa Karang Tengah, Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Pengecekkan ini dilakukan guna mengetahui sejauh mana pembangunan denzipur ini dilakukan.

Diketahui, pembangunan denzipur saat ini sudah mencapai 30 persen dalam tahap pembangunan rumah dan barak prajurit, di atas lahan seluas 28 hektar yang sudah di bebaskan pihak pemerintah daerah tahun 2017 lalu, dan terus dilakukan hingga menargetkan selesai akhir tahun 2018.

Kasdam ll/Sriwijaya mengapresiasikan penempatan lokasi denzipur, yang menurutnya sangat strategis dekat dengan alam dan pemukiman masyarakat serta wilayah pusat perkantoran Pemerintah di desa Renah Semanek. Kondisi ini sangat baik, karena prajurit yang ditempatkan dapat menyatu dengan kondisi alam.

“Lokasinya sangat strategis, tidak jauh dari pemukiman masyarakat dan pusat perkantoran,” ujarnya.

Disisi lain, Bupati Bengkulu Tengah,  Dr H Ferry Ramli SH MH mengatakan ditempatkannya denzipur ini dapat menunjang perkembangan Kabupaten paling buncit di Provinsi Bengkulu. Selain itu, juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada disekitar kawasan tersebut.

“Saya merasa sangat bangga dengan ditempatkannya lokasi denzipur di Benteng, karena terpilihnya Benteng menjadi kawasan pembangunan ini sangatlah rumit. Karena kabupaten lain, juga menginginkan denzipur ini juga dibangun didaerahnya,” ungkapnya.

Lanjut, Bupati dalam pembangunannya, sudah dipastikan juga akan menggunakan alat-alat berat yang nantinya juga dapat digunakan untuk membuka kawasan lain disekitarnya yang kini masih menjadi hutan belantara. (Ocik Ronal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *