Bengkulu tengah, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Seluma

Bencana Banjir, Pembabatan Hutan hingga Pertambangan

Bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Seluma, pada 30 Juni 2022.

BETVNEWS, – Bencana banjir kembali melanda Provinsi Bengkulu pada 30 Juni 2022, banjir tersebut melanda Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Persoalan ini tentu harus menjadi perhatian serius, apalagi sejak sepuluh tahun terakhir Provinsi Bengkulu terus dilanda banjir saat terjadi hujan lebat.

“Saat ini yang perlu diperhatikan, bagaimana cara Pemerintah untuk melakukan antisipasi mengenai bencana banjir yang selalu mengintai Provinsi Bengkulu, khususnya Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Tengah,” ungkap Jonaidi SP Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (05/07).

Banjir yang terjadi belakangan ini bukan tanpa sebab, menurut politisi Partai Gerindra tersebut ada beberapa penyebab terjadinya banjir di Provinsi Bengkulu, diantaranya alih fungsi hutan di hulu sungai yang saat ini menjadi lokasi perkebunan kelapa sawit dan juga pertambangan, selain itu Pemerintah juga harus menghentikan pemberian izin pembangunan perumahan di wilayah resapan air.

“Sekarang ini coba kita perhatikan lagi, di hulu sungai yang sebelumnya merupakan hutan saat ini berubah menjadi perkebunan kelapa sawit, ada juga pertambangan yang seharusnya hutan tersebut bisa menjadi resapan air saat ini sudah tidak dapat berfungsi lagi,” lanjutnya.

Lanjutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun Kabupaten harus berpedoman pada Perda RTRW dalam rangka menentukan kebijakan pembangunan di masing-masing daerah, termasuk untuk menentukan lokasi pertambangan karena ini akan berpengaruh terhadap lingkungan sekitar.

“Seharusnya di hulu sungai tidak boleh dijadikan lokasi perkebunan, di Seluma misalnya hutan di Ulu Talo dan di Ulu Alas, saat ini sudah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit milik perusahaan, ini tentu bukan masalah sepele dan memang harus menjadi perhatian serius, karena jika tidak segera ditangani akan terus mengakibatkan bencana banjir seperti ini,” ungkap mantan anggota DPRD Kabupaten Seluma.

Salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengurangi dampak banjir di Provinsi Bengkulu, Jonaidi SP meminta agar Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun Kabupaten secara serius untuk mengevaluasi penyebab utama bencana tersebut, sehingga bencana ini tidak akan terus berulang.

“Sekarang yang harus diperhatikan resapan air harus diperbaiki, penanganan hutan di hulu sungai harus prioritas, dan terakhir rencana pembangunan harus disesuaikan dengan Perda RTRW, sehingga jangan lagi terjadi banjir besar seperti ini,” demikian tutupnya.

(Wizon Paidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *