Kota Bengkulu, Kriminal

Dirut Gasak, Minta Majelis Hakim Tolak Permohonan Tuntutan JPU

Kuasa Hukum Dirut PT. Gasak, Made Sukiade SH MH saat membacakan pledoi klainnya, dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu. (Dokumen Foto: BETV)

BETVNEWS,- Pengadilan Negeri bengkulu , Rabu Pagi (18/7) menggelar Sidang Perkara Dugaan Korupsi Jalan Enggano Tahun 2016.  Dalam sidang nya kali ini keenam terdakwa  Saifudin Firman , Tamimil Lani  , Muja Asman , Lie Eng Jun , Samsul Bahri Dan Elfina  hadir dalam persidangan dengan agenda pembelaan.

Menariknya dalam pembelaan tersebut , Terdakwa Elfina  Selaku Dirut PT. Gamely Alam Sakti Karisma (Gasak), melalui Kuasa Hukumnya Made Sukiade minta kepada Majelis Hakim, agar permohonan tuntutan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut  Umum, dapat di tolak. Hal ini  dikarenakan terdakwa elfina, tidak mengetahui sama sekali ,mengenai  pembangunan proyek jalan di Enggano.  Bahkan terdakwa Elfina tidak ada sangkut paut terhadap kerjasama, maupun penandatangan kontrak, dalam kegiatan yang menelan anggaran negara mencapai Rp. 17,5 miliar.

Namun pihaknya pun menyadari,  kesalahannya dengan memberikan kuasa Direktur, kepada Lie Eng jun, hingga timbul kerugian negara mencapai Rp. 6,9 miliar.  Terdakwa Elfina juga diketahui tidak menikmati uang kerugian negara, dari proyek tersebut, bahkan pihaknya telah menitipkan  uang kerugian negara sebesar Rp. 100 juta,  ke jaksa penuntut umum.

“Yang mulia, saya meminta agar tuntutan yang dsiampaikan Jaksa Penuntut umum ditolak dikarenakan terdakwa elfina tidak pernah menandatangani kontrak atau berkas lainnya yang berhubungan dengan pembangunan jalan enggano, bahkan yang bersangkutan tidak berbelit-belit memberikan keterangan di hadapan persidangan serta telah menitipkan uang kerugian negara Rp. 100 juta kepada jaksa penuntut uumum. Jelas Made Sukiade, Kuasa Hukum Terdakwa Elfina  saat membacakan nota pembelaan.

Jaksa penuntut umum  pun, langsung menanggapi pembelaaan dari terdakwa elfina . Bahwasanya pihaknya masih tetap pada tuntutan yang di bacakan  pada pekan lalu , dimana elfina di tuntut oleh jpu, 5 tahun penjara dengan denda sebesar Rp. 200 juta,  subsider 2 bulan penjara,  dengan membayar uang pengganti sebesar Rp. 45 juta . Sidang kembali dilanjutkan pada jum’at besok dengan agenda putusan dari ketua majelis hakim. (ARIS BLACK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *