Seluma

Diterjang Puting Beliung, Begini Cerita Warga Riak Siabun

BETVNEWS,- Mardin yang merupakan satu dari puluhan kepala keluarga korban bencana alam puting beliung warga Desa Riak Siabun (Dusun Sukamaju) Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, kepada BETV bercerita bagaimana cepatnya angin tersebut menerjang kediamannya, pada Rabu malam (13/11) sekira pukul 21.45 Wib.

Ia bersama istri dan kedua anaknya langsung masuk kedalam kamar, karena angin semakin kencang istirnya mengajak untuk bangun dari tempat tidur, menurutnya kejadian tersebut berlangsung dengan sangat cepat, karena angin semakin kencang dia bersama istrinya langsung memeluk anaknya, dan setelah itu dirinya baru sadar kalau kondisi rumahnya sudah hancur akibat terpaan angin.

“Cepat sekali mas, karena angin semakin kencang saya langsung telungkupkan anak saya, dan baru sadar kalau kondisi rumah sudah hancur,” cerita Mardin.

Dalam kejadian tersebut, dirinya bersama istri dan kedua anaknya kehilangan tempat tinggal, dan dari pantauan BETV di lapangan pada saat ini dirinya bersama pemerintah setempat dan warga bergotong royong membantu membersihkan puing-puing rumah yang sudah hancur tersebut.

Sementara itu, dirinya berharap agar ada perhatian dari pemerintah Provinsi Bengkulu maupun Kabupaten Seluma, karena menurutnya pada saat ini dirinya bersama keluarga untuk sementara menumpang di rumah keluarganya.

“Kalau masalah bantuan, kita serahkan kepada pihak Pemerintah, kalau kami hanya pasrah saja,” ungkapnya dengan nada rendah.

Diwaktu bersamaan Camat Sukaraja Ramlan Efendi, saat mengunjungi secara langsung lokasi kejadian, mengatakan bahwa dirinya telah melakukan kontak dengan pihak pemerintah kabupaten Seluma, dan juga pada dinas sosial, menurutnya pihak pemerintah kabupaten Seluma, akan segera tanggap terhadap bencana alam yang menimpah keluarga Mardin.

“Sudah kita bicarakan sama Pemerintah Kabupaten Seluma, kita juga telah hubungi dinas sosial, dan mereka akan segera datang untuk menanggapi hal tersebut,” ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, ia mengatakan bahwa Desa Riak Siabun memang berbatasan secara langsung dengan Samudera Hindia, oleh karena itu kejadian seperti ini sudah yang kesekian kalinya terjadi, dan dia berharap agar masyarakat tidak harus takut, namun tetap harus waspada dalam menghadapi bencana yang seperti ini.

“Daerah kita ini memang berbatasan dengan Samudera Hindia, jadi peristiwa ini bukan baru sekali ini, oleh karena itu masyarakat harus tetap waspada terhadap bencana alam,” tutur Ramlan Efendi.

(Wizon Paidi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *