Kota Bengkulu, Pemerintahan, Provinsi Bengkulu

Grab Bengkulu Resmi Offline Permanen

suasana rapat antara pihak supir angkot, grab, dishub kota dan dishub provinsi bengkulu

BETVNEWS – Ratusan supir angkutan kota 5 warna, Rabu (5/9) pagi kembali mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu guna menuntut aplikasi grab ditutup. Kedatangan para supir angkot ini mendapatkan sambutan langsung dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Budi Djatmiko yang telah mengundang pihak grab yang diwakili langsung oleh Presiden Grab Regional Sumatera, Ronal Saputra.

Dalam mediasi ini, didapatlah kesepakatan yang berpihak kepada para Supir Angkot, yakni Grab di Provinsi Bengkulu resmi di-offline-kan. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Budi Djatmiko pun mengaku pihaknya akan langsung mengirimkan hasil rapat ini ke Kementerian Kominfo, dan dipastikan aplikasi grab tersebut akan offline khusus di Provinsi Bengkulu.

“Nanti ktia laporkan dulu ke Kementerian, intinya kita sudah sepakat aplikasi grab di-offline-kan di Provinsi Bengkulu, kan aturannya transportasi online bisa beroperasi asal dapat izin dishub, kita tidak akan berikan izin itu,” terang Budi.

Sementara itu, Ronal Saputra yang merupakan perwakilan dari Grab masih enggan berkomentar banyak terkait keputusan ini, dan mengaku akan berkoordinasi dengan pihak grab pusat terlebih dahulu. Jika memungkinkan, pihak grab akan tetap mengurus izin ke Kemenkominfo agar grab bisa beroperasi di Bengkulu layaknya di Provinsi lainnya.

“Kita tidak bisa berkomentar banyak, yang jelas akan kita koordinasi dulu dengan pihak pusat, kalau memang bisa diupayakan untuk mengurus izin pasti kita urus izinnya,” tandas Ronal.

Di sisi lain, keputusan ini disambut baik oleh perwakilan angkot lima warna. Para supir angkot mengaku menghormati keputusan tersebut, dan akan mengawal keputusan ini secara bersama-sama. Karena dalam hasil rapat tersebut, sudah dipastikan pihak Dishub Kota maupun Provinsi Bengkulu tidak akan memberikan izin Grab untuk beroperasi di Bengkulu.

“Alhamdulillah ini membuahkan hasil, dari rapat kita tadi diputuskan aplikasi grab akan di-offline-kan di Provinsi Bengkulu, akan kita kawal ini bersama-sama dan akan kita pantau aktifitas grab,” terang Endang, salah stau sopir angkutan kota.

(Yudha Gondrong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *