Kota Bengkulu

Grab Dikirimi Karangan Bunga, ‘Dari Kami yang Patah Hati’

Inilah salah satu karangan bunga yang dikirim dari kami yang patah hati, sebagai bentuk penolakkan ditutupnya moda transportasi online tersebut.

BETVNEWS,- Aksi penolakan transportasi online Grab oleh supir angkot yang tergabung dalam angkot lima warna Bengkulu berujung pada surat menonaktifan aplikasi online Grab oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui  Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Bengkulu yang ditujukan kepada pimpinan perusahaan aplikasi Grab Indonesia.

Surat yang dikeluarkan pada tanggal 13 Agustus 2018 ini langsung beredar cepat kemasyarakat melalui media sosial. Hingga saat ini sudah banyak  pengguna media sosial seperti whatsaap ataupun Facebook  yang memperbincangkan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Bengkulu ini.  Bahkan banyak juga pengguna media sosial menggunakan hastag #kamibutuhgrab sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kebijakan pemerintah.

Penolakan masyarakat terkhusus pengguna moda transportasi modern ini,  tidak hanya  di media sosial saja, pasalnya pada hari Selasa siang tiba-tiba kantor Grab Bengkulu diramaikan oleh orang yang melintas lantaran mendapat kliriman 2 buah karangan bunga yang tidak diketahui siapa pengirimnya.

“gak tau sih mas, ini tadi tiba-tiba datang ada yang  nganterin karangan bunga,” ucap Anggi karyawan Grab Bengkulu.

“Terimaksih Grab Bengkulu dari kami yang patah hati ditinggal saat lagi sayang-sayangnya #kamibutuhgrab “ . itulah salah satu isi karangan bunga yang dikirimkan ke kantor Grab Bengkulu. Karangan bunga yang berisikan kekecewaan atas nonaktifnya aplikasi  online grab tersebut juga mendapat respon dari masyarakat yang melihatnya.

Reza contohnya masyarakat yang sedang melintas menolak kebijakan pemerintah menonaktifkan aplikasi online Grab, ia berharap agar aplikasi Grab ini ada terus lantaran sangat membantu.

“Grab ini harus ada terus, jangan dihentikan karena Grab memperlancar perjalanan,” ucap  Reza. (Ucok Marudut)

1 Comment

  1. Saya tidak setuju kalau grab di tutup karena apa.?
    Grab sangat membantu transportasi di bengkulu sehingga kapan pun kita ada perjalanan jadi lancar.
    Apakah angkot bisa 24 jam dan jemput di rumah antar ke tempat tujuan.?
    Jelas tidak angkot hanya beroperasi hanya sampai sore dan juga angkot mengantar tidak sampai kerumah.
    Sudah jelas masyarakat memilih grab.
    #kamibutuhgrab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *