Pemerintahan

Harga TBS Sawit Anjlok, Plt. Gub Akan Tegur Pabrik CPO

BETVNEWS,-  Sejak pertengahan Mei 2018 lalu, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tingkat petani di Kecamatan Seluma makin anjlok. Dimana, harga sawit  TBS sawit turun menjadi Rp 1.000 per kilo.

Urip santoso, salah satu petani sawit dikabupaten Seluma mengatakan menurunnya harga TBS kelapa sawit ini, sudah dirasakan sejak bulan Ramadhan lalu. Bahkan harga jualnya pernah mencapai angka Rp. 1.000 perkilo. Bahkan merosotnya harga TBS sawit membuat dirinya merugi karena tidak sesuai dengan biaya perawatan dan harga pupuk.

“Ditingkat pengepul harga jual kelapa sawit hanya Rp. 1.000 perkilonya, harga ini sangat turun drastis,” ungkapnya.

Sementara itu, keluhan yang sama juga dikatakan pengepul TBS kelapa sawit, Ujang Supriyadi  yang mengatakan penurunan harga TBS bahkan pernah terjadi setiap hari. Hal ini juga diperparah melimpahnya persediaan ditingkat pengepul.

Mengetahui hal tersebut, Plt Gubernur Bengkulu pun meminta agar pihak terkait segera mengevaluasi seluruh pabrik-pabrik CPO yang ada di Provinsi Bengkulu dan jika memungkinkan solusi jitu akan diambil yaitu membangunan pabrik CPO baru. Dengan semakin banyak pabrik, maka persaingan harga TBS akan baik, dan kesejahteraan para petani sawit bisa meningkat. Selain itu, setiap 3 bulan harga TBS harus kembali dievalusi.

“Kita akan mengefektifkan tim penentuan harga TBS, yang seharusnya rapat setiap 3 bulan sekali. Untuk menentukan berapa harga TBS ditingkat petani, karena ada beberapa komponen yang harus dihitung sehingga nanti munculah harga TBS yang layak,” ujarnya.

Harga  dinilai masih wajar

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Provinsi Bengkulu, Ricky gunarwan hingga saat ini belum mendapatkan laporan dari masyarkat akan menurunya harga sawit. Namun pihaknya tidak menampik jika harga sawit mengalami penurunan. Kendati demikian harga masih di ambang kewajaran dan tidak di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan oleh pemrov, sebesar Rp. 1.300 perkilogram.

“Jika pihak pabrik CPO membeli TBS dengan harga di bawah Rp. 1.300 atau Rp. 1.200, maka pihaknya akan melayangkan teguran.  Dan adanya perbedaan harga, sudah ketentuan dari pihak managemen pabrik masing-masing sehingga tidak semua pabrik CPO membeli harga TBS murah,” tegasnya. (TIM)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *