Kota Bengkulu

Korban Dipastikan Mengidap HIV-AIDS

BETVNEWS,- Terungkap sudah, penyakit apa yang diidap T-H, hingga ia merenggang nyawa seorang diri di gubuk reotnya. Pria yang pernah bekerja sebagai perias pengantin ini, ternyata mengidap menyakit HIV-AIDS.

Hal ini dibenarkan Direktur Yayasan Kipas Bengkulu, Merly Yuanda. Sebelumnya pihaknya telah melakukan pendampingan kepada yang bersangkutan untuk melakukan pengobatan secara intensif.

Pria berusia 48 tahun itu, bahkan sempat di bawa ke Rumah Sakit M Yunus  dengan di bantu oleh pihak rumah sakit, Dinas Kesehatan maupun Dinas Sosial. Perawatan pun dilakukan selama 1 minggu , setelah dirawat pria yang ditemukan meninggal seorang diri ini, memilih ingin kembali pulang dan mengasingkan diri di kelurahan Betungan.

Pihaknya dalam hal ini telah berusaha membujuk, agar T-H dapat dirawat lantaran selain mengidap penyakit HIV-AIDS  yang bersangkutan juga telah mengidap penyakit lainnya. Bahkan selama satu minggu tersebut, T-H belum mengkonsumsi obat berupa antiretroviral yang mencegah bertumbuhnya virus mematikan itu.

“T-H merupakan dampingan dari kelompok dukungan sebaya yang telah dirawat dirumah sakit selama 1 minggu. Bahkan pihak dinkes, rumah sakit juga telah memberikan dukungan kepada yang bersangkutan. Namun 1 minggu dirawat yang bersangkutan meminta pulang,” ujar Merly yuanda, selaku Direktur Yayasan Kipas Bengkulu

Merly menambahkan, bagi pasien pengidap HIV dan AIDS, tubuhnya rentan terserang dengan berbagai penyakit apabila tidak segera ditangani. Terlebih lagi apabila tidak adanya pengetahuan bagi keluarga mengenai penanganan kasus tersebut. Karena khusus penderita Hiv, penanganannya membutuhkan waktu paling lambat 3 bulan.

“Banyak masyarakat maupun keluarga yang tidak mengetahui penyebaran virus HIV ini, sehingga banyak masyarakat yang takut akan virus tersebut dan memilih mengasingkan yang bersangkutan. Dan itu merupakan tindakan salah, virus Hiv tidak akan menular jika tidak ada faktor lain seperti berhubungan seks secara bebas, penggunaan jarum suntik secara bergiliran dan faktor khusus lainnya,” tambah Merly.

Tercatat di lembaga kipas akhir tahun 2017, ada 897 wanita pekerja seks di Provinsi Bengkulu telah mengidap hiv, dan baru – baru ini ada 5 orang warga Kota Bengkulu dan 1 orang warga Rejang Lebong yang telah terindikasi hiv. (ARIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *