Gorontalo, Pemerintahan

Pola Kemitraan, Kemendes PDTT Dorong Revitalisasi KTM Pawonsari

Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) Kemendes PDTT, M. Nurdin beserta rombongan saat meninjau pembangunan jembatan di permukiman transmigrasi Ayumulingo, Kabupaten Gorontalo.

BETVNEWS,- Melalui pola kemitraan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong revitalisasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) Pawonsari di Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Untuk mengakselerasi hal tersebut, Kemendes PDTT menggelar Rapat Kelompok Kerja (Pokja) pada Kamis (30/8) lalu.

Dengan pembahasan utama rencana pembangunan berkelanjutan di KTM Pawonsari. Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Boalemo, Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Asisten Dua, dan para Kepala OPD di Kabupaten Boalemo serta Peserta Pokja lintas sektor.

“Langkah awal dalam merevitalisasi KTM ini perlu dilakukan review terhadap masterplan yang sudah disusun 10 tahun yang lalu. Perlu segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) agar pembangunan di KTM Pawonsari dapat memberi dampak yang bersifat jangka panjang. Satu hal yang sangat penting dalam mengembangkan KTM ini adalah perlunya keterlibatan mitra swasta dan perbankan dalam mengembangkan produk unggulan seperti padi, sawit, dan jagung,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) Kemendes PDTT, M. Nurdin.

Nurdin menjelaskan pada tahun 2018 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo telah membangun infrastruktur sebesar Rp 29 Miliar dan membangun bendungan senilai Rp 8 Miliar. Selain itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) juga akan membangun pasar dengan nilai Rp 6 Miliar. Di kawasan KTM ini juga telah dibangun dua Puskesmas, satu diantaranya sudah dapat melayani rawat inap.

“Selain infrastruktur, juga ada potensi sawah produktif yang mencapai 4.105 hektar. Juga ada jagung sebesar 89 ribu hektar dengan kapasitas produksi 400 ribu ton per tahun. Kita harus bergerak bersama,” sambungnya.

Meski demikian, jika produktivitas jagung yang besar tersebut baru bisa dijual dalam bentuk jagung pipil. Dia berharap akan ada industri pengolahan jagung yang masuk ke KTM Pawonsari.

Penyerahan bantuan Rice Milling Unit (RMU) sebesar Rp 684 juta untuk KTM Pawonsari.

“Pemerintah berkomitmen penuh mengembangkan KTM Pawonsari. Sampai dengan 2016 ini tercatat pembangunan yang dilakukan sudah sebesar Rp 84,5 Milyar. Dalam dua tahun terakhir ini juga ada bantuan Rice Milling Unit (RMU) sebesar Rp 684 juta,” ungkap Nurdin.

 

Selain aspek produktivitas lahan pertanian, Kemendes PDTT juga berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pemberian bantuan berupa perlengkapan kegiatan belajar mengajar untuk SLTP sebesar Rp 100 juta di KTM Pawonsari.

Usai mengunjungi KTM Pawonsari, Dirjen PKTrans M. Nurdin juga meninjau permukiman transmigrasi di Lito, Kabupaten Boalemo dengan pola usaha pokok nelayan. Kunjungan dilanjutkan dengan meninjau pembangunan jembatan di permukiman transmigrasi Ayumulingo, Kabupaten Gorontalo. Dalam kunjungan tersebut, M. Nurdin juga menyempat diri melakukan dialog dengan warga transmigrasi.

(Release)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *