Kriminal

Rp. 2,8 Milliar, Uang Calon Jamaah Umroh Ditransfer Ke PT. BMP Padang

Pimpinan PT. Bumi Minang Pertiwi (BMP) Tour dan Travel Cabang Bengkulu, Nanang Darmawan saat diperiksa penyidik Kamneg Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu jum’at pagi (13/7) (Dokumen Foto: BETV)

BETVNEWS,- Penyidik Kamneg Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu jum’at pagi (13/7) memeriksa PT. Bumi Minang Pertiwi (BMP) Tour dan Travel Cabang Bengkulu, yang dikomandoi oleh Nanang Darmawan. Pemeriksaan ini dilakukan guna mengungkap laporan dugaan penipuan travel perjalanan umroh.

Kasubdit Kamneg, AKBP Khaerudin mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Nanang Darmawan, untuk menanyakan sejauh mana tanggung jawab dari perusahaan tersebut. Dari pemeriksaan ini pun diketahui,  bahwa aliran dana para calon jamaah umroh langsung dikirim, melalui rekening PT. BMP Tour dan Travel Pusat yang berada di Padang, Sumatera Barat.

“Kita hari ini masih mendalami kasus penipuan PT. BMP dengan memanggil pimpinan cabang Bengkulu untuk menanyakan sejauh mana  kewenangan serta tanggung jawab dari pimpinan yang ada di Bengkulu,” Terang AKBP Khaerudin.

Sementara itu, Nanang Darmawan usai menjalani penyidikan mengatakan telah memberikan keterangan selengkap-lengkapnya, dari alur perekrutan, hingga kemana uang dari calon jamaah umroh asal Bengkulu ini diserahkan.

“Uang yang kita setorkan untuk pemberangkatan jemaah alur dananya jelas, status kita cabang dari Padang, otomatis seluruh dana diserahkan ke pusat,” ujarnya.

Tak hanya itu, pembelian tiket para jamaah ini pun juga langsung ditangani  secara terpusat. Ia pun kembali menegaskan, yang seharusnya yang menjelaskan gagalnya keberangkatan para jamaah untuk menunaikan ibadah umroh adalah Dirut PT. BMP Tour dan Travel Pusat, yaitu  Edi Kurniawan.

Sekedar mengingatkan, PT. BMP Tour dan Travel ini dilaporkan oleh salah satu calon jamaah lantaran melakulan tindak pidana penipuan. Tak hanya satu calon jamaah yang diduga ditipu oleh perusahaan ini melainkan mencapai 168 orang, yang dinyatakan gagal berangkat untuk menunaikan ibadah umroh pada bulan ramadhan yang lalu, dengan total kerugian mencapai Rp. 2,8 Millar. (Aris black)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *