Provinsi Bengkulu

Bengkulu, Provinsi Pertama Kuliahkan Kades dan Perangkat Desa

BETVNEWS – Untuk mewujudkan Bengkulu yang maju, sejahtera, bermartabat dan Berdaya Saing tinggi, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Sebagai bukti pengingkatan SDM yang berkualitas tersebut, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, Senin (28/6) pagi melakukan MOU dengan Universitas Terbuka yang ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat M.Bus, Ph.D.

MOU ini bertepatan langsung dengan acara lulusan Wisudawan dan Wisudawati Universitas Terbuka secara serentak melalui daring yang digelar secara langsung di Universitas Terbuka Convention Center di Tanggerang. Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Direktur Universitas Terbuka,  dan Kepala DPMD Provinsi Bengkulu.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah turut menyampaikan orasi ilmiah yang menerangkan bahwa Indeks Pendidikan di Bengkulu terus mengalami peningkatan dan di tahun 2021 ini berada di angka 71,64%. Namun demikian, lulusan SMA sederajat cukup tinggi diangka 65,94% dibandingkan lulusan sarjana yang hanya 16%.

“Dengan adanya kemudahan baik dari segi biaya, kualitas Pendidikan UPBJJ UT Bengkulu telah memberikan kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperoleh Pendidikan, yang sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan di Bengkulu” terang Gubernur Bengkulu.

Dalam penandatanganan MOU ini, Provinsi Bengkulu merupakan Provinsi pertama yang akan menguliahkan Kades dan Perangkat Desa, BPD dan pendamping di Universitas Terbuka. Program ini dirasa penting oleh Gubernur Bengkulu lantaran Pemerintah Desa saat ini telah melakukan sistem pengelolaan pemerintahan pada umumnya.

“sebelum adanya ADD dan DD, Pemerintah Desa hanya melakukan pelayanan, namun dengan adanya ADD dan DD saat ini, Pemdes mempunyai fungsi dan tugas baik berupa penganggaran, penyusunan APBDes, membuat peraturan desa melaksanakan pembangunan dan pelayanan. Jika Pendidikan Kades dan perangkatnya tidak diupgrade maka akan bermasalah kedepannya,” tambah Rohidin.

Dengan adanya MOU ini Pemerintah Provinsi akan membuat regulasi dan akan memberikan beasiswa terhadap kades, perangkat desa dan jajarannya melalui subsidi APBD Provinsi.

“Pemerintah Provinsi tidak sepenuhnya membiayai Beasiswa Kepala Desa dan Perangkatnya dikarenakan Provinsi Bengkulu memiliki 1341 desa dan 82 persen jenjang pendidikan tingkat SMA. Maka dari itu kita akan buat regulasi agar nantinya dana ADD dapat dialokasikan untuk peningkatan Pendidikan kades dan baru disharingkan melalui APBD Provinsi,” Ucap Rohidin.

Sementara itu, Kepala DPMD Provinsi Bengkulu, RA Denni yang langsung melakukan penandatanganan perjanjian Kerjasama dengan Direktur UT Bengkulu, Yusrizal berharap para kades dan perangkat yang ada di Bengkulu untuk dapat memanfaatkan momentum ini dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di Universitas Terbuka.

“DPMD selaku instansi yang bersentuhan langsung dengan Pemerintah Desa akan melakukan kajian dan tentunya beasiswa yang akan diberikan ini dilakukan secara bertahap dengan melihat kondisi keuangan daerah,” tutup RA Denni.

TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *