Business

Dari Mana Datangnya Kain Batik Besurek?

Sumber gambar: https://bengkulubumiraflesia.blogspot.co.id/

BETVNEWS – Siapa yang tak kenal dengan kain batik besurek. Batik kebanggaan masyarakat Bengkulu ini telah menjadi pakaian wajib, baik di sekolah, kantor maupun di kelompok-kelompok tertentu di Bengkulu. Nama kain batik besurek sendiri diambil dari kata surek yang berarti tulisan atau tulis. Sehingga kain batik besurek dapat diartikan kain batik bertulis. Namun, tidak banyak yang tahu dari mana datangnya kain batik besurek. Ada yang mengatakan kain batik besurek dibawa oleh para pedagang dari Tiongkok, ada pula yang menyebutkan kain batik besurek dibawa oleh orang-orang Jawa yang bermigrasi ke penjuru nusantara termasuk Bengkulu.

Manurut budayawan Bengkulu Agus Setyanto, awalnya kerajinan batik di Bengkulu tidak ada. Hal ini dapat dilihat belum ditemukannya bukti konkret dari mana dan kapan  secara pasti munculnya batik di Bengkulu. Namun, jika melihat budaya yang ada di Bengkulu, daerah ini merupakan salah satu daerah yang memiliki unsur kebudayaan dan tradisi yang amat kuat. Maisalnya saja Tabut yang masih eksis hingga sekarang.

https://rugrabbit.com/

Kentalnya kebudayaan dan tradisi ini tidak dapat dilepas dari perkembangan batik di Bengkulu. Pada abad ke-16 masyarakat Bengkulu telah dipengaruhi  kebudayaan dari negeri Arab. Para pedagang Arab yang datang ke Bengkulu tidak hanya meninggalkan jejak budaya, namun juga menularkan aksara Arab yang digunakan untuk menulis. Aksara  Arab inilah yang digunakan oleh tetua Bengkulu untuk mengarsipkan kebudayaan yang mereka miliki. Misalnya, mantra-mantra yang biasa digunakan dalam upacara adat. Sehingga membentuk skrip tulisan Arab yang acak dan tidak dapat dieja seperti membaca huruf Arab biasanya.

http://miasantri.blogspot.co.id/

Seiring berkembangnya kebudayaan di nusantara, skrip-skrip yang ditulis di kulit hewan, bambu dan kulit kayu pun ikut berkembang. Masuknya kain dan alat membatik membuat masyarakat Bengkulu mulai menjajal media baru untuk menuliskan skrip-skrip yang dianggap penting. Skrip-skrip ini yang manjadi cikal bakal terbentuknya pola kain batik besurek di Bengkulu. Sebelum abad ke-19 kain batik beseurek cenderung memiliki warna yang monoton, seperi hitam atau putih. Dan kain batik besurek hanya digunakan pada waktu-waktu tertentu seperti upacara adat dan acara-acara sakral yang dianggap harus memenuhi unsur yang dimiliki kain batik besurek.

Jika kita perhatikan motif yang ada pada kain batik besurek, sebenarnya cenderung tidak memiliki makna apa-apa, namun ada pesan yang disampaikan di dalamnya baik itu pesan kebudayaan, moral dan agama. Samarnya makna motif kain batik besurek terpengaruh dari matra-matra yang dituliskan berbetuk tulisan Arab acak dan tidak dapat dieja, sehingga bentuk dan tulisannya pun dinamis.

Pada abad ke-19, batik berkembang pesat. Kreatifitas masyarakt Bengkulu pun ikut berkembang. Sehingga motif yang awalnya hanya bertuliskan aksara Arab, dipadukan dengan motif-motif lain seperti bunga-bunga, dan hewan. Bahkan, aksara yang digunakan pun tidak hanya aksara Arab, namun juga aksara Kaganga yang bersal dari suku-suku yang ada di Provinsi Bengkulu.

Saat ini kita dapat menjumpai berbagai macam warna dan perpaduan motif pada kain batik besurek hasil dari kreativitas para pengrajin Bengkulu. Dengan adanya kebijakan wajib menggunakan batik di setiap daerah, akan membuat batik tetap eksis di wilayahnya masing-masing termasuk kain batik besurek di Bengkulu.

Artikel Ini Ditulis Oleh : Defita Juliansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *