Kepahiang

Honorer Minta Diperhatikan, Bukan Dihapuskan

Febriani Dwi Nita, Guru Honorer di SDN 05 Kabawetan.

BETVNEWS, – Febriani Dwi Nita, telah mengajar sebagai guru honorer sejak 2014 yang lalu, menjadi sebagai guru Pendidikan Agama untuk seluruh kelas, membuat dirinya merasa bahagia lantaran bisa ikut dalam mencerdaskan anak bangsa.

Sosok dirinya yang rama dan senang berbagi pengalaman ini, sudah sangat akrab dengan guru-guru yang berprofesi sebagai ASN di SDN 05 Kabawetan. Mendengar adanya wacana penghapusan honorer, yang akan dilakukan oleh Pemerintah pusat, ia sangat kecewa.

“Saya berharap tidak ada penghapusan tenaga honorer, selain memang saya sangat berharap pekerjaan ini, kehadiran saya dan tenaga honorer lainnya juga sangat membantu guru-guru ASN yang masih kurang,” sampai Febriani Dwi Nita.

 

Mengajar secara full dari kelas satu hingga kelas enam, dirinya hanya menerima gaji sebesar Rp. 700 ribu setiap bulannya. Kondisi yang sama juga dialami suaminya, yang juga mengajar sebagai guru honorer di sekolah itu.

“Karena saya dan suami sama-sama sebagai guru honorer, jadi kami berharap tidak ada penghapusan tenaga honorer, namun sebaliknya harus mendapatkan perhatian khusus bagi pemerintah, sehingga kami bisa diangkat sebagai ASN atau PPPK,” harapnya.

(Hendri Suwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *