Kota Bengkulu

“Pengantar Kuratorial”

BETVNEWS – Mereka tidak sedang main-main! Berawal pada perjumpaan dengan seorang perupa muda Bengkulu, Muhammad Affif di suatu hari. Beberapa pertanyaan, cerita dan rasa penasaran merupakan hal sederhana yang kemudian berkembang menjadi ide kreatif dalam laku seni rupa. Tawar menawar dalam suatu penawaran tentu merupakan kewajaran yang sifatnya wajib untuk terjadi. Tak terkecuali ketika adanya ide menghimpun beberapa perupa untuk dapat terlibat dalam suatu peristiwa seni rupa. Walau pada akhirnya dengan berbagai pertimbangan, akhirnya sepakat untuk menggandengkan 2 perupa dalam 1 peristiwa. Topik ajo adalah pilihan sebagai “Pasangan Terburuk” dalam mini eksibisi kali ini.

Pasangan terburuk merupakan tema yang di usung dalam pameran kali ini. Dalam lingkup dan skala peristiwa kecil ini merupakan pilihan dan upaya dan berada pada jalur alternatif yang bersifat tak terikat pada apapun dan berupaya terlepas dari segala hal yang menghambat untuk terjadinya peristiwa seni rupa yang di dasari oleh inisiatif seniman. Anda tidak dapat mengatakan bahwa yang dilakukan kali ini bersifat main-main atau tidak memiliki keseriusan dalam penggarapannya baik dalam proses kreatif kekaryaan maupun bentuk penyelenggaraannya.

Bentuk-bentuk apresiasi dari setiap individu tentu berbeda. Walau pada dasarnya kesepahaman akan suatu hal dapat diupayakan untuk menjadi satu persepsi. Adalah suatu kebanggan tersendiri sampai terjadinya peristiwa seni rupa Visual Gigs kolektif #1 ini.

Dan layak untuk mendapatkan apresiasi tertinggi di tingkatan ranah seni rupa daerah. Karena peristiwa seni rupa kali ini bukanlah sebuah peristiwa ‘dalam rangka’ populer yang selalu di jadikan parameter yang menaikkan level dan gengsi. Dan bagaimana adanya upaya dalam memenuhi syarat dan pra syarat terjadi sebuah peristiwa seni rupa yang meliputi berbagai hal, dengan semangat guyup yang di jalani.

Termasuk upaya adanya muatan pemikiran yang melandasi hingga terjadinya peristiwa ini. Lantas, tidak ada alasan untuk berargumentasi bahwa yang di lakukan kali ini mengesampingkan kualitas dan sembarangan.

Penulis mengutip; “siap tidak siap, harus siap dan tidak ada waktu yang tidak tepat, tidak ada situasi yang salah”. Sederhananya, bagaimana mental di pertaruhkan untuk memulai tanpa menunggu momen. Dan tentu inisiatif adalah vital untuk di tumbuhkan.

Kembali kepada tema, klaim atas diri sebagai yang terbaik adalah hal lazim yang kerap kita jumpai. Pengantar kuratorial ini tidak ingin mengaitkannya dengan analog apapun, namun tentu saja kita dapat menganalogikannya dengan kapasitas dan perspektif masing-masing.

Sebagai Penanda dan Pemetaan Pergerakan Seni Rupa Daerah

Tidak ada salahnya jika ada anggapan bahwa suatu peristiwa seni rupa yang terjadi merupakan sebuah penanda sebagai pemetaan perkembangan seni rupa. Dan rasanya kita akan sepakat akan hal itu walau tentu saja pro-kontra tetap berlaku. Dalam perjalanan setiap peristiwa seni rupa terdapat fenomena-fenomena yang menarik untuk dapat di sikapi dalam berbagai perspektif. Terlepas dari setiap kendala yang ada, rasanya bukanlah suatu persoalan yang mengakibatkan peristiwa seni rupa menjadi stagnan.

Maka, solusi dari setiap kendala yang ada merupakan tugas bagi para pelaku rupa individual maupun kelompok untuk berinovasi dalam melahirkan ide yang diwacanakan. Belum lagi persoalan ruang dan media karya sesuai standar baku dan gengsi merupakan persoalan klasik yang tak kunjung usai. Namun bagi kalangan perupa marginal, hal tersebut bukanlah sebuah persoalan.

Harus di sadari dan tidak dapat dipungkiri, bahwa perbedaan dalam pemahaman yang di anut masing-masing individu tidak dapat di paksa untuk mengikuti cara dan gaya ideal menurut pemahaman yang dimiliki. Dari sini, semoga kita dapat lebih bijak dalam menyikapi setiap fenomena yang terjadi. Terlepas atas konflik gesekan yang slalu memiliki potensi untuk terjadi dalam setiap kesempatan, adalah kemesraan yang selalu menghangatkan untuk dapat direfleksikan dalam sebuah wacana dan ide kreatif.

Selamat berkecamuk dalam kemesraan yang selalu hangat.

Selamat berpameran Topik Ajo & M. Affif !!

Oleh : Suyitno (Dinamika Dunia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *