Kota Bengkulu, Pemerintahan

Peringatan Hari Pahlawan Masih Dibumbui Kekecewaan

Fauzi M, Ketua Veteran Provinsi Bengkulu

BETVNEWS – Hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 november diperingati secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di lingkungan pemda provinsi Bengkulu. Dimana peringatan hari pahlawan diawali dengan upacara dipimpin langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dengan dihadiri anggota DPD RI  Ahmad Kanedi, unsur FKPD, seluruh kepala OPD dan para veteran Bengkulu.

Dalam kesempatan ini Rohidin Mersyah mengajak seluruh pihak membangun semangat persatuan dan kesatuan, menciptakan nilai-nilai nasionalisme serta meneruskan semangat para perjuangan para pahlawan.

“Melihat dinamika saat ini yang perlu digaris bawahi bahwa kita sebagai warga Indonsia perlu kembali menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kebhinekaan dan rasa tanggungjawab untuk meneruskan perjuangan para pahlawan” ujar Rohidin.

Plt Gubernur juga akan memperjuanglan nasib para veteran sebagai upaya menghargai jasa-jasa pahlawan.

“Kita sudah lihat memang anggaran untuk membantu para veteran ini sangat terbatas. Nanti kita coba bantu dan dianggarkan di APBD 2018” tambah Rohidin.

Semetara itu ketua veteran provinsi Bengkulu, Fauzi M mengatakan saat ini upaya menghargai jasa para pahlawan setiap tahunnya semakin menurun. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan upacara yang digelar oleh pemerintah provinsi.

“Kita lihat saja sekarang pelaksanaan upacara hari pahalawan setiap tahunnya sangat berubah jauh, Biasanya para tamu undangan dibuat panggung dan peserta upacara dihadiri oleh seluruh opd dan para pelajar. Nah ini terlihat semakin menurun, sehingga percuma saja kalau kita hanya berkoar-koar menghargai jasa-jasa para pahlawan” kata Fauzi M.

Mengenai kesejahteraan dari pemerintah daerah kepada para veteran dinilai sangat jauh yang diharapkan. Dimana pemerintah hanya memberkan insentif setiap tahunnya sebesar Rp.1.000.000,-. Bahkan tahun lalu hanya Rp. 800.000,-.

“Mengenai kesejahteraan para veteran ini sangat jauh diharapkan. Padahal dalam undang-undang tercantum bahwa pemerintah daerah harus membantu dan mendorong setiap kegiatan para pejuang yang telah menjaga dan merebut kemerdekaan republik Indonesia. Saya sudah ajukan dua kali proposal ke pemda untuk kebutuhan kantor para veteran, namun proposal tersebut tidak ditindak lanjuti” tutup Fauzi.

(Aris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *