Kriminal

Taufik Hidayat, Ditemukan Tewas Digubuk Reot

BETVNEWS,- Diduga diasingkan keluarganya, lantaran mengidap penyakit menular. Taufik Hidayat, pria berumur 48 tahun warga padang jati kecamatan ratu samban kota bengkulu, di temukan tewas di halaman depan gubuk reotnya, yang berlokasi di kawasan Betungan Kota Bengkulu.

Jenazah Taufik hidayat ditemukan pertama kali oleh Jasmanto, yang prihatin melihat kondisi korban yang tinggal seorang diri, di gubuk beratapkan terpal berwarna oranye dan berdindingkan kardus. Bahkan ironisnya, Taufik yang hingga akhir hayatnya belum menikah ini ditemukan tanpa mengenakan celana, dan  sempat mengagetkan warga sekitar.

Menurut Jasmanto, yang sehari-hari membawakan pria paruh baya makanan ini,  menderita penyakit menular. hingga dirinya pun diasingkan oleh keluarga, dan bermukim di salah satu gubuk milik warga sekitar.

Sebelum meninggal dunia korban, ia sempat menjalani profesi sebagai perias pengantin, bahkan pernah menjalani pengobatan medis di rumah sakit Kota Bengukulu.  Lantaran terbentur dengan biaya, korban pun diasingkan, oleh keluarga dan tinggal di gubuk tersebut, sejak 4 bulan terakhir.

“Saya sering kesini mas, dan saya lihat jam 11 tadi Taufik sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan telentang sepeti itu mas. Saya pernah tanya ke korban bahwa dirinya di asingkan oleh keluarga lantaran mengidap penyakit menular mas.” ujar Jasmanto.

Mengetahui adanya penemuan jenazah tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma Trisna mengatakan, pihaknya masih akan menelusuri kematian korban dengan mengambil sejumlah bukti. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum. Namun dari hasil olah TKP sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun luka di bagian tubuh korban.

“Yang jelas kita telusuri dulu penyebabnya kematian korban, dari hasil sementara olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka maupun kekerasan di tubuh korban. Menurut warga sekitar diduga korban mengalami sakit setelah tinggal di sini.” ujarnya. (Aris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *